Info Publik

Dokumen & Informasi

Obat Anti- Kaki Gajah Dinyatakan Aman

Published on 19 November 2009, 09:02
telah dibaca sebanyak : 69 kali

SEMENTARA itu di Jakarta, Komite Ahli Pengobatan Filariasis Indonesia (KAPFI) memastikan bahwa obat antifilariasis (anti-kaki gajah) aman digunakan.

Kematian delapan warga di Kabupaten Bandung, menurut hasil analisa KAPFI bukan disebabkan karena mengonsumsi obat antifilariasis, melainkan karena penyebab lainnya.Ketua KAPFI Purwantyastuti mengatakan, dari hasil analisis yang dilakukan sejak 10–16 November 2009 menunjukkan bahwa delapan orang yang dilaporkan meninggal, lima orang di antaranya karena penyakit lain.

Tiga lainnya tidak diketahui penyebabnya,namun mereka tidak meminum obat antifilariasis. “Penyakit yang diderita lima orang ini di antaranya karena serangan jantung dan stroke,” ungkap Purwantyastuti di Gedung Departemen Kesehatan (Depkes),Jakarta, kemarin. Kesimpulan ini, lanjut dia, diperoleh dari formulir data keluhan pasien yang diisi petugas kesehatan saat yang bersangkutan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Apalagi,reaksi obat baru muncul satu sampai empat jam setelah pemberian. ”Jadi, kesimpulan itu diambil berdasarkan hasil kajian mengenai reaksi obat,keluhan pasien,dan diagnosisnya. Reaksi obat biasanya baru muncul satu sampai empat jam setelah dikonsumsi.Jadi kalau kejadiannya sebelum itu,maka bisa dipastikan bukan karena pengaruh obat,”jelas Purwantyastuti.

Menurut dia, obat antifilariasis memang menimbulkan efek samping, tetapi biasanya ringan,seperti mual,muntah, demam, sakit kepala, atau sesak pada ulu hati.Efek samping ini tidak akan terjadi jika obat antifilariasis diminum sesudah makan. “Nah, persoalannya warga di Kabupaten Bandung itu tidak terbiasa sarapan.

Sehingga,banyak yang belum makan saat minum obat,”jelas Purwantyastuti. Seperti diberitakan,pada Selasa (10/11) lalu, sejumlah warga mengeluhkan gejala mual,kejang, dan pusing setelah mengikuti pengobatan massal kaki gajah.

(sumber: seputar-indonesia.com)

Informasi Info Publik Lainnya