Info Publik

Dokumen & Informasi

Daerah Wajib Miliki Ikon Agrobisnis

Published on 20 November 2009, 09:45
telah dibaca sebanyak : 132 kali

BANDUNG – Setiap daerah di Jawa Barat diwajibkan mulai memiliki ikon produk agrobisnis yang bisa dikembangkan dan diproduksi massal.

Diharapkan,ikon yang menjadi unggulan tersebut dapat memberikan kontribusi bagi daerah tersebut. Kepala Biro Bina Produksi Setda Pemprov Jabar Toto Muhammad Toha mengemukakan, setiap daerah bisa memilih produk yang bisa dijadikan ikon,apakah akan mengangkat produk pertanian atau perkebunan. Bisa juga peternakan dan perikanan.

“Seperti halnya Kota Depok yang sudah memiliki ikon belimbing, Garut dengan domba dan jeruk Garut. Indramayu juga sekarang sudah memulai dengan lele yang diproduksi massal dan hasilnya besar. Dan, kita harapkan semua daerah memiliki ikon utama yang diperdagangkan, jadi satu daerah satu produk,” ujar Toto seusai pembahasan draf Pergub tentang Peningkatan Pertanian Tanaman Pangan,Perkebunan,Pertanian, dan Peternakan tahun 2010 di basemen Gedung Sate kemarin.

Dia melanjutkan,pada 2010,setiap daerah harus mulai mengembangkan ikon melalui program yang dijalankan. Dia mencontohkan Kabupaten Garut yang mencanangkan 1 juta pohon jeruk.“Apa saja,tidak ada ketentuan objeknya apa, yang penting ada satu produk andalan,”ungkap Toto.Untuk tingkat provinsi,Toto mengungkapkan produk andalan yang akan dikembangkan pada 2010 oleh Pemprov Jabar adalah pengembangan ternak domba/kambing.

Menurut Toto,pada 2010 pihaknya menargetkan memiliki 10.000 benih kambing betina dan jantan, dengan perbandingan 9.000 ekor betina dan 1.000 ekor jantan.Toto menjelaskan,dari jumlah tersebut akan menghasilkan 10.000 ekor domba/kambing per tahun. “Ini akan kami coba di semacam balai, dan anak yang dihasilkan akan kami sebarkan kepada warga di sekitar balai itu.Balai rencananya didirikan di Margawati,Kabupaten Garut,” jelas Toto.

Meski mengimbau pada setiap daerah agar memiliki ikon, pemprov tidak mengalokasikan anggaran secara khusus.“Kami belum membahas sampai ke sana,” tandasnya. Sebelumnya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mencanangkan domba sebagai ikon provinsi ini. Pencanangan resmi ini dinyatakan gubernur saat pembukaan Pesta Patok VIII 2009 yang diselenggarakan Dinas Peternakan (Disnak) Jabar di Raiser Cibinong Jalan Raya Bogor KM 47 Cibinong Kabupaten Bogor,Rabu (18/11) lalu.

Heryawan menyatakan saat ini jumlah populasi sapi di Jabar sekitar 300.000 ekor. Jumlah tersebut harus ditingkatkan menjadi 1 juta pada 2010 mendatang. Berulang kali Heryawan menyatakan Jabar harus menjadi provinsi domba yang ke depannya bisa menjadi ikon. “Kalau di NTB dijuluki provinsi sapi,kita canangkan Jawa Barat sebagai provinsi domba.

Jabar bisa menjadi provinsi penyuplai domba/kambing nasional,” ujar Heryawan. Dia menandaskan, potensi pemasaran produk daging sapi serta kambing/domba masih sangat terbuka di Jabar.Saat ini,pasokan daging sapi di Jabar hanya terpenuhi 15%,sisanya mengandalkan pasokan dari luar daerah, bahkan diimpor dari luar negeri.“Karena itu,potensi peternakan Jabar semakin berkembang setelah adanya pencanangan Jabar sebagai provinsi penghasil domba,”tandas Heryawan.

(sumber: seputar-indonesia.com)

Informasi Info Publik Lainnya