Info Publik

Dokumen & Informasi

PEDAGANG BENDERA MULAI TERLIHAT DI INDRAMAYU

Published on 27 Juli 2010, 11:43
telah dibaca sebanyak : 45 kali

Indramayu,27/7 -Pedagang bendera musiman yang datang dari Kabupaten Bandung,Garut dan Kuningan kini muali terlihat di Indramayu,Jawa Barat,mereka hanya berjualan menjelang hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia. "Pedagang bendera hanya saat menjelang bulan Agustus,setelah bulan tersebut mereka kembali dagang yang lain,meski musiman keuntungan yang diperoleh masih cukup menggiurkan,"kata Ujang (28) kepada wartawan di Indramayu,Selasa. Dikatakannya,satu kali musim bendera jika dagangannya habis bisa menghasilkan kurang dari Rp15 juta.Modal yang dikeluarkan kurang dari Rp11 juta. Jika masih ada sisa barang tersebut dapat dijual untuk tahun depan,karena bendera tidak termakan model. "Berjualan bendera di daerah pantai utara Indramayu sudah dia jalani kurang dari sepuluh tahun lalu,setiap tahun keuntungan cukup lumayan,meskip hanya sementara namun dapat menutupi kebutuhan belanja dapur beberapa bulan kedepan,"paparnya. Dia menambahkan,jualan bendera di Indramayu harus mencari tempat yang teduh, biasanya di bawah pohon rindang sepanjang bantaran sungai Cimanuk karena udaranya sangat panas. Selain itu bendera hanya di gantung,tempatnya tanpa atap karena hanya sementera juga berpindah-pindah. "Persaingan dagang bendera di Indramayu masih kurang karena pedagang yang ada masih satu kampung kalau bukan Garut,pasti dari Bandung,namun saat ini ada yang berasal dari Kuningan. "Tapi mereka tidak saling menjatuhkan harga,hubungan antar pedagang masih kuat jika kekurangan barang saling menutupi,"ujarnya. "Pasokan bendera masih mengandalkan dari tempat asalnya kota Bandung,selain murah kualitas barang terjaga.Sehingga pelanggan tetap tidak kecewa,meski saat ini harga bendera terjadi kenaikan namun pelanggan memakluminya,"katanya. Sementara itu Nandang pedagang bendera lain mengeluhkan musim hujan yang berkepanjangan,dikatakannya waktu siang terasa lebih pendek karena di guyur hujan. Selain itu warga engga untuk keluar rumah,kecuali bagi mereka penggunakan kendaraan roda empat. "Sudah tiga hari berjualan bendera namun tidak bisa hingga sore karena biasanya turun hujan,daripada benderanya basah diguyur hujan lebih baik tutup sementara,"katanya. "Bendera mulai diserbu orang ketika sudah mendekati tanggal 17 Agustus,namun setelah itu penjualan mulai sepi dan pulang kampung,"ujarnya. Hal serupa diungkapkan Yayan(48) pedagang bendera asal kabupaten Kuningan,musim hujan dagang bendera sebentar paling siang hari,jika sore terpaksa bendera dilipat untuk dibawa pulang ke rumah kontrakkan.sumber : antarajawabarat.com

Informasi Info Publik Lainnya