Info Publik

Dokumen & Informasi

Takut Meledak, Warga Sukabumi Jual Tabung Gas Ribuan Tabung Non-SNI Ditemukan

Published on 29 Juli 2010, 08:05
telah dibaca sebanyak : 38 kali

SUBANG-Ribuan tabung gas ukuran 3 kg ditemukan di wilayah Subang. Selain tidak layak pakai, juga tidak sesuai standar nasional Indonesia (SNI). Tabung gas tidak layak pakai itu ditemukan setelah pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar (Disperindagsar) Kab. Subang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa agen serta ke stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPBE) yang ada di Pagaden. "Kita belum melakukan pemantauan ke lokasi lain dan rencananya akan bersama tim dari instansi terkait," kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindagsar, Bambang Hartoyo yang ditemui wartawan, Selasa (27/7). Ia menyebutkan, di sentra pengisian bahan bakar elpiji ditemukan ribuan tabung gas ukuran 3 kilogram dalam kondisi rusak dan bocor serta tidak layak pakai. Praktis jika tabung-tabung tersebut tetap didistribusikan ke tempat agen dan pengecer, akan berbahaya bagi penggunanya karena bisa mengakibatkan ledakan. Disebutkan, tabung yang ditemukan tidak hanya bocor dan rusak, tapi juga dalam kondisi berkarat sehingga tulisan dan label yang menempel di tabung sudah tidak terlihat jelas apakah memang sesuai SNI atau tidak. Yang jelas pihaknya telah meminta SPPBE untuk tidak memakai dan mengisi tabung-tabung tersebut. Lain dari itu, untuk menjaga kenyamanan warga Subang saat menggunakan kompor gas yang merupakan program pemerintah. Kepala Operasi SPPBE Pagaden, Budi Mulyana mengatakan, tabung-tabung yang rusak dan bocor tersebut akan dikembalikan ke Pertamina. Ia mengakui tabung itu sudah tidak layak diisi dan didistribusikan lagi. "Penyebab kerusakan dan kebocoran biasanya akibat saat bongkar muat tabung yang kurang baik, dan saat diturunkan dari kendaraan dengan cara dilempar. Hal itu mengakibatkan rusaknya tabung gas," jelasnya. Jual kompor gas Dari Sukabumi dilaporkan, karena takut pada bahaya ledakan tabung gas, sebagian besar warga Kp. Subang Jaya RT 03/RW 05 Kel. Subang Jaya, Kec. Cikole, Kota Sukabumi, berbondong-bondong menjual tabung gas 3 kg bantuan pemerintah tersebut. Penjualan tabung gas mulai meningkat setelah merebaknya peristiwa ledakan tabung gas. "Satu buah tabung gas 3 kg rata-rata dijual antara Rp 50.000 hingga Rp 100.000. Alasan mereka menjual tabung gas karena takut jiwanya terancam seperti orang lain," ungkap Ketua RW 05, Agus Suryatna ketika ditemui "GM" di rumahnya, Selasa (27/7). Diungkapkan, sebetulnya upaya mencegah warga agar tidak menjual tabung gas bantuan pemerintah sudah sering dilakukan. Sayang upaya tersebut sama sekali tidak diindahkan sebagian warga. Mereka beralasan tabung gas bantuan pemerintah sangat tidak aman. "Ya, kita tak bisa berbuat banyak ketika mereka menjual tabung gas bantuan itu," katanya. Sebagai pengganti alat untuk memasak sehari-hari, menurut Agus, mereka beralih menggunakan kayu bakar. Mereka beranggapan, dengan kayu bakar sangat aman dibandingkan dengan menggunakan kompor gas. sumber : klik-galamedia.com

Informasi Info Publik Lainnya