Berita Umum

Dokumen & Informasi

Mensos Fokus pada Anak Jalanan

Published on 28 Juli 2010, 09:44
telah dibaca sebanyak : 47 kali

ASIA AFRIKA-Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri mengungkapkan, pihaknya akan memfokuskan pada penanganan anak jalanan (anjal) dalam tahun anggaran 2010 dan 2011. Menangani permasalahan anjal tidak bisa hanya dilakukan Kementerian Sosial atau dinas sosial, tapi harus merupakan upaya bersama. Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi pihak swasta yang concern terhadap penanganan anjal, seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan non-governmental organization (NGO). "Selain itu, untuk menangani anjal, kita juga akan memperbanyak rumah singgah, program pembinaan pendidikan anjal, dan melalui program anak angkat. Bahkan kami berencana akan mengumpulkan pengusaha untuk melakukan lelang anak angkat. Misalnya satu pengusaha bisa membiaya anak jalanan 4-5 orang," ungkap Salim saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kesejahteraan Sosial (Musrembang Kesos) Kementerian Sosial di Hotel Golden Flower, Kota Bandung, Selasa (27/7). Selain itu pihaknya pun fokus pada pemberdayaan orangtua anak jalanan. Karena setelah ia melakukan asesmen, ternyata banyak anak jalanan disuruh orangtuanya untuk meminta-minta di jalanan. Jika para orangtua anjal diberdayakan dan anak-anaknya diberikan motivasi untuk sekolah, maka permasalahan anjal ini akan cepat selesai. Menurutnya, anggaran yang dialokasikan untuk penanganan anjal saat ini hanya 4% dari jumlah anak terlantar 5,4 juta atau hanya mampu menangani sekitar 160.000 anjal. Ia menargetkan setiap tahunnya Kemensos dapat menangani sekitar 50 ribu anak. Pihaknya berharap, kementerian lain, seperti Menteri Agama, Menteri Pendidikan, dan instansi lain bisa ikut berperan aktif. Peran tersebut, dicontohkan Mensos, Kementerian Agama bisa menangani anjal dengan cara memasukkannya ke pesantren atau Mendiknas mengikutsertakan anjal dalam sekolah formal atau non-formal. "Mudah-mudahan dengan anggaran tahun 2011 sekitar Rp 6 triliun, kita bisa berupaya lebih banyak lagi untuk menangani penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), seperti anjal, pengemis, dll.," jelas Salim. Antisipasi DKI Sementara itu, Kepala Dinsos Jabar, Enny Haryani mengungkapkan Kemensos diharapkan bisa mengantisipasi soal rencana DKI Jakarta bebas anjal tahun 2011. Ia khawatir anjal dari DKI Jakarta bisa eksodus ke Jabar atau Banten. "Nanti kita akan rapat. Mudah-mudahan ada solusi yang terbaik untuk mengantisipasi anjal ini," kata Enny. Menurutnya, di Jabar jumlah anjal mencapai 3,1 juta orang. Sementara itu, anggaran Dinsos Jabar tahun 2011 hanya 0,33% dari jumlah APBD Jabar atau sekitar Rp 24 miliar. Anggaran tersebut dinilainya masih minim, apalagi Jabar memiliki sejumlah faslitas yang cukup banyak, seperti 21 panti, 9 balai, dan failitas lainnya. "Untuk itu saya akan menyampaikan permasalahan ini kepada tim anggaran pemerintah daerah (TAPD)," jelas Enny.sumber : klik-galamedia.com

Informasi Berita Umum Lainnya