Fokus Aktual
Dokumen & Informasi
Pemprov Perbaiki Jalan Cidogdog
Published on 18 November 2009, 08:33
telah dibaca sebanyak : 150 kali
SUKABUMI,Keseriusan Pemprov Jabar mengembangkan potensi wilayah Jabar Selatan mulai terlihat. Pembangunan infrastruktur kini tengah dikerjakan Dinas Bina Marga Jabar, yakni ruas jalan Sagaranten - Cidogdog - Tegalbuleud, Kab. Sukabumi.
Camat Cidogdog, Adjid Sutisna kepada wartawan ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/11) mengungkapkan, selama daerahnya seakan termaginalkan dan salah satu penyebabnya adalah buruknya infrastruktur. Akibatnya banyak hasil bumi yang menjadi andalan para petani, seperti pisang, gula aren, buah-buahan, dan hasil bumi lainnya, susah diangkut dan dipasarkan.
"Cidogdog dikenal sebagai sentra vanili dan batuan galena yang mengandung biji emas, meski baru pada tahap ekplorasi, belum eksploitasi," tutur Adjid.
Dikatakan, dengan perbaikan jalan dan lancarnya transportasi, diharapkan para investor mulai melirik Cidogdog dan Tegalbuleud, baik untuk sektor agrobisnis, agrowisata, pariwisata pantai maupun pertambangan.
"Tentunya ini semua dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga Pakidulan. Atas nama warga, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan yang telah memperhatikan daerah ini," katanya.
Sementara itu, pengawas pembangunan jalan Sagaranten-Cidogdog-Tegalbuleud, Ir. Endang Wahyudi, M.T. dari Dinas Bina Marga Jabar ketika ditemui di lokasi proyek menjelaskan, progres fisik sudah mencapai 85% lebih dari total yang direhab sepanjang 27,5 km. Pengerjaannya dilakukan tiga penyedia jasa, yakni PT Seneca Indonesia, PT Pawestri Bangun Pratama, dan PT Karya Putera Pakidulan.
Dijelaskan, ruas jalan ini merupakan salah satu jalur vertikal ke wilayah selatan Jabar yang kondisinya relatif lebih stabil. Terbukti saat gempa tektonik berkekuatan 7,3 Skala Richter di Tasikmalaya, baik tebing jalan maupun badan jalan tidak ada yang longsor.
"Jika ruas jalan Sagaranten-Cidogdog-Tegalbuleud sepanjang 42 km selesai direhabilitasi, waktu tempuhnya bisa 1 - 1, 5 jam, kalau dulu bisa 4 jam lebih. Sehingga ada selisih waktu yang signifikan," papar Endang.
(sumber: klik-galamedia.com)
