Fokus Aktual

Dokumen & Informasi

Jawa Barat Butuh Investasi Padat Karya

Published on 19 November 2009, 09:01
telah dibaca sebanyak : 120 kali

BANDUNG – Pemerintah dinilai harus mulai fokus menawarkan sektor investasi padat karya,bukan padat modal untuk menekan angka pengangguran. Salah satunya pada sektor agrobisnis.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat Bidang Ketenagakerjaan,SDM, Pendidikan, dan Pelatihan Basit Subbahi mengatakan,untuk mengatasi masalah pengangguran di Jabar,pemerintah perlu mengarahkan investasi ke sektor padat karya. ”Saya kira, sektor pertanian dan industri mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Investasi jangan hanya diarahkan kepada sektor padat karya saja jika ingin menekan angka pengangguran,” kata Basit ketika dihubungi Seputar Indonesiakemarin. Minimnya minat investasi di sektor padat karya khususnya agrobisnis, lanjut dia,perku mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Pemerintah diminta terus mendorong realisasi investasi di sektor ini untuk menekan angka pengangguran pada 2010.

Dia menjelaskan, minat investasi yang akhir-akhir ini melonjak tajam belum bisa menjadi jaminan akan mengurangi jumlah pengangguran di Jabar.Pasalnya, dia menilai minat yang sudah ditandai dengan terbitnya izin usaha,belum tentu direalisasikan pada tahun yang sama. Menurut dia, kecenderungan yang terjadi adalah,investor justru merealisasikan minat investasi mereka beberapa tahun setelah mengantongi izin.

Dia menilai, setelah realisasi terjadi, barulah gambaran serapan tenaga kerja bisa terlihat. ”Saya kira, sekarang ini sudah banyak sektor industri yang mati dan secara tidak langsung menimbulkan pengangguran. Harus ada terobosan dari pemerintah untuk mengatasi masalah pengangguran ini. Apalagi Pemprov memiliki program satu juta lapangan kerja,”jelas dia.

Ekonom dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Rina Indriastuti menuturkan, kemunduran sektor industri yang diprediksi terjadi pada 2010 berpotensi menambah jumlah pengangguran di Jabar. Kebijakan penghapusan bea masuk kepada barang tekstil dan produk tekstil (TPT) pada 2010, akan membunuh industri TPT eksisting di Jabar dan secara perlahan diprediksi akan menggelembungkan angka pengangguran.

Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Jabar Iwa Karniwa menjelaskan, tenaga kerja yang terserap oleh PMA pada 2009 menurun sebesar 21.787 orang dan turun sebesar 65,83% dari 33.098 orang pada 2008 menjadi 11.311 orang. Sementara itu, tingkat penyerapan tenaga kerja terbesar terjadi pada PMDN di Kabupaten Bogor dengan jumlah 1.360 orang tenaga kerja.

Sedangkan, industri tekstil menjadi sektor usaha yang mampu menyerap tenaga kerja terbesar dengan 2.262 orang tenaga kerja pada akhir September 2009. ”Bidang yang mendominasi realisasi investasi masih di sektor sekunder, seperti industri logam, mesin dan elektronik.”jelas dia.

(sumber: seputar-indonesia.com)

Informasi Fokus Aktual Lainnya