Fokus Aktual

Dokumen & Informasi

Penduduk Jabar Sekitar 44 Juta Jiwa

Published on 4 Februari 2010, 07:12
telah dibaca sebanyak : 127 kali

Laju pertumbuhan penduduk di Jawa Barat diperkirakan mencapai 4,75% menjadi 44 juta jiwa.Jumlah itu bertambah sekitar 2 juta jiwa dibandingkan kondisi penduduk 2007 lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik Jabar Lukman Ismail mengatakan, pada sensus penduduk Mei 2010 mendatang, pihaknya memprediksi terjadi pertambahan penduduk sekitar 2 juta jiwa dibandingkan kondisi terakhir pada 2007 silam. “Perkiraan kami, jumlah penduduk Jabar akan mencapai 44 juta jiwa pada sensus penduduk yang akan kami lakukan Mei mendatang.

Jumlah itu bertambah sekitar 2 juta jiwa dibandingkan kondisi penduduk pada 2007 lalu sebesar 42 juta jiwa,”kata Lukman di Bandung. Menurut dia, sebagian besar pertambahan penduduk itu disebabkan urbanisasi dari beberapa wilayah yang masuk ke Jabar.Kota Depok dan Kota Bekasi disinyalir menjadi daerah dengan laju pertumbuhan tertinggi karena berdekatan dengan Ibu Kota, kendati saat ini wilayah Bogor diklaim menjadi kawasan dengan jumlah penduduk paling tinggi.

Dia menjelaskan, mayoritas penduduk di dua wilayah tersebut memiliki kecenderungan beraktivitas di Jakarta. Namun, kondisi permukiman yang sulit lagi berkembang di Ibu kota tersebut, membuat sebagian besar pekerjanya bermukim di daerah-daerah penyangga Jakarta. Angka urbanisasi ini diperkirakan mencapai 400.000 orang atau dua kali lebih banyak dibandingkan angka pertumbuhan penduduk alamiah atau angka kelahiran sebesar 200.000 jiwa.

“Pertumbuhan penduduk Jabar secara tahunan mencapai 1,79% dengan angka pertumbuhan alamiah tidak lebih dari 1%. Dengan kata lain, pertumbuhan penduduk melalui sistem migrasi, paling banyak terjadi,”jelas dia. Untuk merealisasikan program cacah jiwa ini,BPS Jabar sudah menyiapkan sekitar 91.000 petugas yang disebar di 26 kabupaten/kota di Jabar.

Sebanyak 500 orang di antaranya merupakan mahasiswa. Lukman menerangkan, program 10 tahunan ini selalu mengalami kendala di sektor pemberian data dari masyarakat.Dia mencontohkan, publik acap ketakutan jika pencatatan penduduk ini berkaitan dengan keharusan membayar pajak, penyitaan bangunan, dan lain-lain. Untuk menyiasati hal tersebut, pihaknya terus melakukan sosialisasi, kendati pelaksanaan cacah jiwa ini masih beberapa bulan lagi.

Dia berharap, petugas pencatat bisa memberikan pemahaman kepada penduduk tentang tujuan dan manfaat sensus ini. Dalam pencatatan nanti, sedikitnya 43 pertanyaan akan disampaikan petugas. Dari jumlah kuesioner tersebut, poin penggunaan internet dan akses membaca surat kabar menjadi poin baru dalam sensus tahun ini. Lukman juga mengaku sudah memetakan sedikitnya 300 titik wilayah khusus,yang akan diberikan perhatian ekstra dalam proses pencacahan nanti.

Lembaga pemasyarakatan (LP), rumah sakit jiwa (RSJ),markas TNI,dan daerah terpencil terkategori menjadi wilayah khusus. Untuk kesuksesan program ini, BPS Jabar telah mendapatkan suntikan dana sebesar Rp400 miliar. Sebanyak Rp236 miliar di antaranya dialokasikan untuk biaya operasional petugas pencatatan. “Untuk masyarakat yang berasal dari luar Jabar yang telah menetap selama lima bulan, akan dicatat di tempat tinggalnya saat ini.

Selain itu, penduduk yang baru tinggal di bawah 6 bulan namun berminat menetap di Jabar,juga dicatat di wilayah tinggal mereka saat ini,”tukas dia. Sebelumnya,Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Lex Laksamana mengharapkan semua elemen mendukung dan berperan aktif dalam pelaksanaan sensus ini. “Dengan data yang lengkap dan akurat, perencanaan program pembangunan akan semakin mudah dijalankan,” kata Lex saat membuka rapat.

Sumber : www.seputar-indonesia.com

Informasi Fokus Aktual Lainnya