Fokus Aktual

Dokumen & Informasi

Anggaran Pendidikan Rp5,6 T

Published on 8 Februari 2010, 09:14
telah dibaca sebanyak : 248 kali

Total anggaran pendidikan Jawa Barat 2010 mencapai Rp5,6 triliun.Jumlah tersebut terdiri dari anggaran APBD 2010 sebesar Rp1,9 triliun,dan alokasi anggaran pendidikan APBN 2010 sebesar Rp3,8 triliun.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, anggaran tersebut digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di provinsi ini.Beberapa hal yang dicoba untuk diselesaikan dengan anggaran sebesar itu yakni program pendidikan keaksaraan, program pendidikan kesetaraan, program pendidikan kecakapan hidup,dan pendidikan anak usia dini (PAUD). Heryawan memaparkan, pada 2008 jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang masih buta aksara tercatat 3,51%. Diharapkan akhir tahun 2009 provinsi ini bebas buta aksara melalui kegiatan keaksaraan fungsional yang didukung anggaran APBN sebesar Rp58 miliar dan APBD Rp74 miliar.

”Tahun ini, dianggarkan dari APBN sebesar Rp8 miliar untuk kegiatan keaksaraan pemberdayaan, keaksaraan komunitas khusus serta keaksaraan usaha mandiri (KUM), dan anggaran dari APBD sebesar Rp4 miliar untuk penyelenggaraan KUM, penguatan taman bacaan masyarakat dan bantuan peringatan Hari Aksara Internasional,” papar Heryawan. Sementara, untuk program pendidikan kesetaraan, tahun ini, Heryawan memaparkan program kelompok belajar paket A, B, C tetap diselenggarakan dengan dukungan anggaran dari APBD Jabar sebesar Rp33 miliar dan APBN Rp31 miliar.Program tersebut untuk menyetarakan kelas pendidikan masyarakat Jabar.

”Jumlah drop outsekolah dasar tercatat 4.315 orang, drop out sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) terdata 7.988 orang dan jumlah drop out sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) tercatat 2.848 orang,”paparnya. Heryawan menjelaskan, tahun ini sektor pendidikan memiliki tujuan memberikan layanan agar masyarakat dapat hidup mandiri serta dapat menolong dirinya sendiri (to help people to help them selves). Hal itu tertuang dalam program kegiatan kecakapan hidup. Kegiatan ini meliputi Kursus Wirausaha Perkotaan (KWK),Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD), PKH-SMK/Politeknik, serta PKHKepemudaan seperti Kelompok Usaha Pemuda Produktif (KUPP), Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan ( SP-3),dan Lembaga Kewirausahaan Pemuda (LKP).

“Anggaran yang sudah tersedia untuk program PKH (Pendidikan Kecakapan Hidup) sampai saat ini yang bersumber dari APBN sebesar Rp18 miliar dan APBD provinsi sebesar Rp7,2 miliar. Untuk APBD terdapat peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya Rp4 miliar,”papar Heryawan. Terkait PAUD, Heryawan mengungkapkan, hingga saat ini dari jumlah anak usia dini sebanyak 4,5 juta anak,jumlah yang dilayani PAUD hanya 45% atau 2 juta anak. Pemprov Jabar menargetkan, pada 2010 PAUD dapat melayani 56% anak atau 2,5 juta.

“Pada 2015, anak yang dilayani PAUD kami targetkan sebanyak 75% dari jumlah anak usia dini,”ujarnya. Heryawan melanjutkan, pada tahun anggaran 2010,untuk PAUD, teralokasi Rp22 miliar dari APBN dan bantuan luar negeri,sementara dari APBD sebesar Rp16,5 miliar.

Sumber : www.seputar-indonesia.com

Informasi Fokus Aktual Lainnya